Senin, 24 Maret 2014

Faktor Risiko

Definisi Faktor Resiko

  • karakteristik, tanda atau kumpulan gejala pada penyakit yang diderita induvidu yang mana secara statistik berhubungan dengan peningkatan kejadian kasus baru berikutnya (beberapa induvidu lain pada suatu kelompok masyarakat). Dari factor resiko inilah yang kemudian dijadikan dasar penentuan tindakan pencegahan dan penanggulangan.
  • hal-hal atau variabel yang terkait dengan peningkatan suatu resiko dalam hal ini penyakit tertentu. 

Karakteristik, tanda atau kumpulan gejala pada penyakit yang diderita induvidu dan ditemukan juga  pada induvidu-induvidu yang lain, bisa dirubah, ada juga yang tidak dapat bisa dirubah atau tepatnya :
  1. Factor resiko yang tidak dapat dirubah misalnya umur dan genetic
  2. Factor resiko yang dapat di rubah misalnya kebiasaan merokok atau latihan olah raga
Ada juga karakteristik, tanda atau kumpulan gejala pada penyakit yang diderita pada induvidu  dan ditemukan juga secara  tidak  stabil pada individu-induvidu yang lain dalam suatu kelompok masyarakat  yaitu
  1. Factor resiko yang dicurigai yaitu  factor-faktor yang belum mendapatkan dukungan sepenuhnya dari hasil-hasil penelitian sebagai factor resiko misalnya merokok sebagai penyebab kangker rahim
  2. Factor resiko yang  telah ditegakkan yaitu factor resiko yang telah mantap mendapat dukungan ilmiah/penelitian dalam peranannya sebagai factor yang berperan dalam kejadian sutau penyakit. Misalnya merokok sebagai factor resiko terjandinya kangker paru
Kegunaan Faktor Risiko
Kegunaannya  daripada factor resiko ini, pada dasarnya untuk mengetahui proses terjadinya penyakit dalam hal ini penyakit tidak menular. Misalnya :
  1. Untuk memprediksi, meramalkan kejadian penyakit, misalnya perokok berat mempunyai kemungkinan 10 kali untuk kanker paru daripada bukan perokok.
  2. Untuk memperjelas penyebab artinya kejelasan atau beratnya factor resiko dapat  menjadikannya sebagai factor penyebab, tentunya setelah menghilangkan pengaruh dan factor pengganggu  sehingga factor resiko itu adalah factor penyebab.
  3. Untuk mendiagnosa artinya membantu proses diagnose

Minggu, 23 Maret 2014

Teori-Teori Penyakit

Perkembangan Teori Terjadinya Penyakit

Epidemiologi sebagai suatu ilmu berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan itu dilatar-belakangi oleh beberapa hal:
1.      Tantangan zaman di mana terjadi perubahan masalah dan perubahan pola penyakit. Sewaktu zaman John Snow, epidemiologi mengarahkan dirinya untuk masalah penyakit infeksi dan wabah. Dewasa ini telah terjadi perubahan pola penyakit ke arah penyakit tidak menular, dan epidemiologi tidak hanya diperhadapkan dengan masalah penyakit tetapi juga hal lain baik yang berkaitan langsung atau tidak langsung dengan penyakit atau kesehatan, serta masalah non kesehatan.
2.      Perkembangan ilmu pengatahuan lainnya. Pengetahuan klinik kedokteran berkembang begitu pesat disamping perkembangan ilmu lainnya seperti biostatistik, administrasi dan ilmu perilaku. Perkembangan ilmu ini juga meniupkan angin segar untuk perkembangan epidemiologi

Dengan demikian terjadilah perubahan dan perkembangan pola pikir para ahli kesehatan masyarakat dari masa ke masa sesuai dengan kondisi zaman dimana mereka berada.
Khusus mengenai pandangan terhadap proses terjadinya atau penyebab penyakit telah dikemukakan beberapa konsep atau teori. Beberapa teori tentang kausa terjadinya penyakit yang pernah dikemukakan adalah:
a.     Contagion Theory
Di Eropa, epidemi sampar, cacar dan demam tifus merajalela pada abadke-14 dan 15. Keadaan buruk yang dialami manusia pada saat itu telah mendorong lahirnya teori bahwa kontak dengan makhluk hidup adalah penyebab penyakit menular. Konsep itu dirumuskan oleh Girolamo Fracastoro (1483-1553). Teorinya menyatakan bahwa penyakit ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui zat penular (transference) yang disebut kontagion.
Fracastoro membedakan tiga jenis kontagion, yaitu:
1.      Jenis kontagion yang dapat menular melalui kontak langsung, misalnya bersentuhan, berciuman, hubungan seksual.
2.      Jenis kontagion yang menular melalui benda-benda perantara (benda tersebut tidak tertular, namun mempertahankan benih dan kemudian menularkan pada orang lain) misalnya melalui pakaian, handuk, sapu tangan.
3.      Jenis kontagion yang dapat menularkan pada jarak jauh

Pada mulanya teori kontagion ini belum dinyatakan sebagai jasad renik atau mikroorganisme yang baru karena pada saat itu teori tersebut tidak dapat diterima dan tidak berkembang. Tapi penemunya, Fracastoro, tetap dianggap sebagai salah satu perintis dalam bidang epidemiologi meskipun baru beberapa abad kemudian mulai terungkap bahwa teori kontagion sebagai jasad renik. Karantina dan kegiatan-kegiatan epidemik lainnya merupakan tindakan yang diperkenalkan pada zaman itu setelah efektivitasnya dikonfirmasikan melalui pengalaman praktek.

b.      Hipocratic Theory
Hipocrates (460-377 SM), yang dianggap sebagai Bapak Kedokteran Modern, telah berhasil membebaskan hambatan-hambatan filosofis pada zaman itu yang bersifat spekulatif dan superstitif (tahayul) dalam memahami kejadian penyakit. Ia mengemukakan teori tentang sebab musabab penyakit, yaitu bahwa:
1.      Penyakit terjadi karena adanya kontak dengan jasad hidup, dan
2.      Penyakit berkaitan dengan lingkungan eksternal maupun internal seseorang. Teori itu dimuat dalam karyanya berjudul “On Airs, Waters and Places”.

Hippocrates mengatakan bahwa penyakit timbul karena pengaruh Iingkungan terutama: air, udara, tanah, cuaca (tidak dijelaskan kedudukan manusia dalam Iingkungan).
Yang melatarbelakangi timbulnya pernyataan tersebut yaitu karena di Yunani pada saat itu terjadi banyak penyakit menular dan menjadi epidemik dan saat menyaksikan pasiennya meninggal, ia sangat frustasi dan putus asa sebagai seorang dokter. Kemudian ia pun melakukan observasi tentang penyebab dan penyebaran penyakit di populasi. Hippocrates belajar mengenai penyakit menggunakan tiga metode ; Observe, Record, dan Reflect.
Hippocrates melakukan pendekatan deskriptif sehingga ia benar-benar mengetahui kondisi lingkungannya. Ia kemudian mempelajari tentang istilah prepatogenesis, yaitu faktor yang mempengaruhi seseorang yang sehat sehingga bisa menjadi sakit. Metode yang digunakan Hippocrates adalah metode induktif, artinya data yang sekian banyak ia dapatkan, ia kumpulkan dan diolah menjadi informasi. Informasi ini kemudian dikembangkan menjadi hipotesis.
Hippocrates juga merujuk dan memasukkan ke dalam teorinya apa yang sekarang disebut sebagai teori atom, yaitu segala sesuatu yang berasal dari partikel yang sangat kecil. Teori ini kemudian dianggap tidak benar oleh kedokteran modern. Menurut teorinya, tipe atom terdiri dari empat jenis: atom tanah (solid dan dingin), atom udara (kering), atom api (panas), atom air (basah). Selain itu ia yakin bahwa tubuh tersusun dari empat zat: flegma (atom tanah dan air), empedu kuning (atom api dan udara), darah (atom api dan air) dan empedu hitam (atom tanah dan udara). Penyakit dianggap terjadi akibat ketidakseimbangan cairan sementara demam dianggap terlalu banyak darah.
Hipocrates sudah dikenal sebagai orang yang tidak pernah percaya dengan tahayul atau keajaiban tentang terjadinya penyakit pada manusia dan proses penyembuhannya. Dia mengatakan bahwa masalah lingkungan dan perilaku hidup penduduk dapat mempengaruhi tersebarnya penyakit dalam masyarakat. Yang dianggap paling mengesankan dari faham atau ajaran Hipocrates ialah bahwa dia telah meninggalkan cara-cara berfikir mistis-magis dan melihat segala peristiwa atau kejadian penyakit semata-mata sebagai proses atau mekanisme yang alamiah belaka. Contoh kasus dari teori ini adalah perubahan cuaca dan lingkungan yang merupakan biang keladi terjadinya penyakit.

c.       Miasmatic theory
Kira-kira pada awal abad ke-18 mulai muncul konsep miasma sebagai dasar pemikiran untuk menjelaskan timbulnya wabah penyakit. Kosnep ini dikemukakan oleh Hippocrates. Miasma atau miasmata berasal dari kata Yunani yang berarti something dirty (sesuatu yang kotor) atau bad air (udara buruk). Miasma dipercaya sebagai uap yang dihasilkan dari sisa-sisa makhluk hidup yang mengalami pembusukan, barang yang membusuk atau dari buangan limbah yang tergenang, sehingga mengotori udara, yang dipercaya berperan dalam penyebaran penyakit. Contoh pengaruh teori miasma adalah timbulnya penyakit malaria. Malaria berasal dari bahasa Italia mal dan aria yang artinya udara yang busuk. Pada masa yang lalu malaria dianggap sebagai akibat sisa-sisa pembusukan binatang dan tumbuhan yang ada di rawa-rawa. Penduduk yang bermukim di dekat rawa sangat rentan untuk terjadinya malaria karena udara yang busuk tersebut.
Pada waktu itu dipercaya bahwa bila seseorang menghirup miasma, maka ia akan terjangkit penyakit. Tindakan pencegahan yang banyak dilakukan adalah menutup rumah rapat-rapat terutama di malam hari karena orang percaya udara malam cenderung membawa miasma. Selain itu orang memandang kebersihan lingkungan hidup sebagai salah satu upaya untuk terhindar dari miasma tadi. Walaupun konsep miasma pada masa kini dianggap tidak masuk akal, namun dasar-dasar sanitasi yang ada telah menunjukkan hasil yang cukup efektif dalam menurunkan tingkat kematian.
Dua puluh tiga abad kemudian, berkat penemuan mikroskop oleh Anthony van Leuwenhoek, Louis Pasteur menemukan bahwa materi yang disebut miasma tersebut sesungguhnya merupakan mikroba, sebuah kata Yunani yang artinya kehidupan mikro (small living)

d.      Germ Theory
Penemuan-penemuan di bidang mikrobiologi dan parasitologi oleh Louis Pasteur (1822-1895), Robert Koch (1843-1910), Ilya Mechnikov (1845-1916) dan para pengikutnya merupakan era keemasan teori kuman. Para ilmuwan tersebut mengemukakan bahwa mikroba merupakan etiologi penyakit.
Louis Pasteur pertama kali mengamati proses fermentasi dalam pembuatan anggur. Jika anggur terkontaminasi kuman maka jamur mestinya berperan dalam proses fermentasi akan mati terdesak oleh kuman, akibatnya proses fermentasi gagal. Proses pasteurisasi yang ia temukan adalah cara memanasi cairan anggur sampai temperatur tertentu hingga kuman yang tidak diinginkan mati tapi cairan anggur tidak rusak. Temuan yang paling mengesankan adalah keberhasilannya mendeteksi virus rabies dalam organ saraf anjing, dan kemudian berhasil membuat vaksin anti rabies. Atas rintisan temuan-temuannya memasuki era bakteriologi tersebut, Louis Pasteur dikenal sebagai Bapak dari Teori Kuman.
Robert Koch juga merupakan tokoh penting dalam teori kuman. Temuannya yang paling terkenal dibidang mikrobiologi  adalah Postulat Koch yang terdiri dari:
1.      Kuman harus dapat ditemukan pada semua hewan yang sakit, tidak pada yang sehat,
2.      Kuman dapat diisolasi dan dibuat biakannya,
3.      Kuman yang dibiakkan dapat ditularkansecara sengaja pada hewan yang sehat dan menyebabkan penyakit yang sama
4.      Kuman tersebut harus dapat diisolasi ulang dari hewan yang diinfeksi.


e.       Epidemiology Triangle
Model tradisional epidemiologi atau segitiga epidemiologidikemukakan oleh Gordon dan La Richt (1950), menyebutkan bahwa timbul atau tidaknya penyakit pada manusia dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu host, agent, dan environment. Gordon berpendapat bahwa:
1.      Penyakit timbul karena ketidakseimbangan antara agent (penyebab) dan manusia (host)
2.      Keadaan keseimbangan bergantung pada sifat alami dan karakteristikagent dan host (baik individu/kelompok)
3.      Karakteristik agent dan host akan mengadakan interaksi, dalam interaksi tersebut akan berhubungan langsung pada keadaan alami dari lingkungan (lingkungan sosial, fisik, ekonomi, dan biologis).

f.          The Web of Causation
Model ini dicetuskan oleh MacMahon dan Pugh (1970). Prinsipnya adalah setiap efek atau penyakit tidak pernah tergantung hanya kepada sebuah faktor penyebab, melainkan tergantung kepada sejumlah faktor dalam rangkaian kausalitas sebelumnya sebagai akibat dari serangkaian proses sebab akibat. Ada faktor yang berperan sebagai promotor, ada pula sebagai inhibitor. Semua faktor tersebut secara kolektif dapat membentuk “web of causation” dimana setiap penyebab saling terkait satu sama lain. Perubahan pada salah satu faktor dapat berakibat bertambah atau berkurangnya penyakit. Kejadian penyakit pada suatu populasi mungkin disebabkan oleh gejala yang sama (phenotype), mikroorganisme, abnormalitas genetik, struktur sosial, perilaku, lingkungan, tempat kerja dan faktor lainnya yang berhubungan. Dengan demikian timbulnya penyakit dapat dicegah atau dihentikan dengan memotong rantai pada berbagai titik. Model ini cocok untuk mencari penyakit yang disebabkan oleh perilaku dan gaya hidup individu
                                                                              

DAFTAR PUSTAKA

Budiarto,E & Anggraeni, D. 2001. Pengantar epidemiologi edisi 2. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGJ
Budioro B. 2001. Pengantar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro

Bustan, M.N., Arsunan, A. 2002. Pengantar Epidemiologi. Jakarta: PT Rineka Cipta
Chandra, Budiman. 2006. Ilmu Kedokteran Pencegahan dan Komunitas. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Heru Subaris K dkk. 2006. Manajemen Epidemiologi. Yogyakarta: Media Pressindo
Kasjono, Heru Subaris. 2008. Intisari Epidemiologi. Jogjakarta : Mitra Cendekia

Sabtu, 22 Maret 2014

Sehat Menurut Undang-Undang

Dalam Undang-Undang ini yang pengertian kesehatan yaitu :

- Kesehatan yaitu situasi sejahtera dari tubuh, jiwa, serta sosial yang sangat mungkin tiap-tiap orang hidup produktif dengan cara sosial serta ekonomis.

- Usaha kesehatan yaitu tiap-tiap aktivitas untuk pelihara serta menambah kesehatan yang dikerjakan oleh pemerintah serta atau penduduk.

- Tenaga kesehatan yaitu tiap-tiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan dan mempunyai pengetahuan serta atau ketrampilan melewati pendidikan di bagian kesehatan yang untuk type spesifik membutuhkan kewenangan untuk lakukan usaha kesehatan.

- Fasilitas kesehatan yaitu area yang dipakai untuk mengadakan usaha kesehatan.
- Kesehatan yaitu suatu hal yang benar-benar berguna

- Pemeliharaan kesehatan yaitu usaha penaggulangan serta pencegahan masalah kesehatan yang membutuhkan kontrol, penyembuhan serta/atau perawatan terhitung kehamilan serta persalinan.

- Pendidikan kesehatan yaitu sistem menolong sesorang, dengan melakukan tindakan dengan cara sendiri-sendiri maupun dengan cara kolektif, untuk bikin ketentuan menurut pengetahuan tentang beberapa hal yang merubah kesehatan pribadinya serta orang lain.

- Pengertian yang juga lebih simpel diserahkan oleh Larry Green serta beberapa koleganya yang menulis bahwasanya pendidikan kesehatan yaitu gabungan pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudahadaptasi suka-rela pada tingkah laku yang kondusif untuk kesehatan.

- Data paling akhir tunjukkan bahwasanya waktu ini kian lebih 80 % rakyat Indonesia tak dapat mendapat jaminan kesehatan dari instansi atau perusahaan di bagian pemeliharaan kesehatan, seperti Akses, Taspen, serta Jamsostek.

- Kelompok penduduk yang dikira ‘teranaktirikan’ dalam hal jaminan kesehatan yaitu mereka dari kelompok penduduk kecil serta pedagang. Dalam service kesehatan, persoalan ini jadi lebih pelik, berhubung dalam manajemen service kesehatan tak saja berkenaan kelompok-kelompok manusia, namun juga karakter yang spesial dari service kesehatan itu sendiri.

Aspek-Aspek Kesehatan Pada prinsipnya kesehatan itu mencakup empat segi, diantaranya :


A. Kesehatan fisik terwujud jika sesorang tak terasa serta mengeluh sakit atau tak ada keluhan serta memanglah dengan cara objektif tak terlihat sakit. Seluruhnya organ badan berperan normal atau tak alami masalah.


B. Kesehatan mental (jiwa) meliputi 3 komponen, yaitu pikiran, emosional, serta spiritual.

Pikiran sehat tercermin dari cara memikirkan atau jalur pikiran. Emosional sehat tercermin dari kekuatan seorang untuk mengekspresikan emosinya, umpamanya takut, senang, cemas, sedih dsb.
Spiritual sehat tercermin dari cara seorang dalam mengekspresikan rasa sukur, pujian, keyakinan dsb pada suatu hal diluar alam fana ini, yaitu Tuhan Yang Maha Kuasa. Umpamanya sehat spiritual bisa dipandang dari praktek keagamaan seorang. Dengan pengucapan lain, sehat spiritual yaitu situasi di mana seorang menggerakkan beribadah serta semua aturan-aturan agama yang diyakininya.

C. Kesehatan sosial terwujud jika seorang dapat terkait dengan orang lain atau grup lain dengan cara baik, tiada membedakan ras, suku, agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dsb, dan sama-sama toleransi serta menghormati.


D. Kesehatan dari segi ekonomi tampak apabila seorang (dewasa) produktif, dalam makna memiliki aktivitas yang membuahkan suatu hal yang bisa menyokong pada hidupnya sendiri atau keluarganya dengan cara finansial. Untuk mereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) serta umur lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tak berlaku. Oleh karenanya, untuk grup itu, yang berlaku yaitu produktif dengan cara sosial, yaitu memiliki aktivitas yang bermanfaat untuk kehidupan mereka kelak, umpamanya berprestasi untuk siswa atau mahasiswa, serta aktivitas sosial, keagamaan, atau service kemasyarakatan yang lain untuk umur lanjut.


Tujuan Kesehatan Dalam Segala Aspek

        Satu diantara maksud nasional yaitu memajukan kesejahteraan bangsa, yang artinya penuhi keperluan basic manusia, yakni pangan, sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja serta ketenteraman hidup. Maksud pembangunan kesehatanadalah tercapainya kekuatan untuk hidup sehat untuk tiap-tiap masyarakat, jadi tanggung jawab untuk terwujudnya derajat kesehatan yang maksimal ada di tangan semua penduduk Indonesia, pemerintah serta swasta berbarengan.

Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan

        Tujuan serta area lingkup kesehatan lingkungan bisa dibagi jadi dua, dengan cara umum serta dengan cara spesial. Maksud serta area lingkup kesehatan lingkungan dengan cara umum, diantaranya :
  • - Lakukan koreksi atau perbaikan pada semua bahaya serta ancaman pada kesehatan serta kesejahteraan hidup manusia.
  • - Lakukan usaha pencegahan lewat cara mengatur sumber-sumber lingkungan dalam usaha menambah derajat kesehatan serta kesejahteraan hidup manusia.
  • - Lakukan kerja sama serta mengaplikasikan program terpadu diantara penduduk serta institusi pemerintah dan instansi nonpemerintah dalam hadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.

  • Adapun maksud serta area lingkup kesehatan lingkungan dengan cara spesial mencakup usaha-usaha perbaikan atau ingindalian pada lingkungan hidup manusia, yang salah satunya berbentuk :
  • - Sediakan air bersih yang cukup serta penuhi kriteria kesehatan.
  • - Makanan serta minuman yang di produksi dalam taraf besar serta dikonsumsi dengan cara luas oleh penduduk.
  • - Pencemaran hawa disebabkan bekas pembakaran BBM, batubara, kebakaran rimba, serta gas beracun yang beresiko untuk kesehatan serta makhluk hidup lain serta jadi pemicu terjadinya pergantian ekosistem.
  • - Limbah cair serta padat yang datang dari rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan sebagainya.
  • - Kontrol pada arthropoda serta rodent sebagai vektor penyakit serta cara mengambil keputusan rantai penularan penyakitnya.
  • - Perumahan serta bangunan yang layak huni serta penuhi syarat kesehatan.
  • - Kebisingan, radiasi, serta kesehatan kerja.

Maksud Pembangunan Kesehatan
Untuk periode panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya maksud utama seperti berikut :
  • - Penambahan kekuatan penduduk untuk membantu dianya dalam bidang kesehatan.
  • - Perbaikan mutu lingkungan hidup yang bisa menanggung kesehatan.
  • - Penambahan status gizi penduduk.
  • - Pengurangan kesakitan (morbiditas) serta kematian (mortalitas).
  • - Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan semakin diterimanya etika keluarga kecil yang bahagia serta sejahtera.
Dasar-Dasar Pembangunan Kesehatan
Dasar-dasar pembangunan nasional di bagian kesehatan yaitu seperti berikut :
  • - Seluruhnya warga negara memiliki hak beroleh derajat kesehatan yang maksimal supaya bisa bekerja serta hidup layak sesuai sama dengan martabat manusia.
  • - Pemerintah serta penduduk bertanggungjawab dalam pelihara serta mempertinggi derajat kesehatan rakyat.
  • - Penyelenggaraan usaha kesehatan diatur oleh pemerintah serta dikerjakan dengan cara cocok serta seimbang oleh pemerintah serta penduduk.

Refensi : Undang-undang No. 23 Th. 1992 Tentang Kesehatan & Undang-undang No. 29 Th. 2004 Perihal Praktek Kedokteran

Pengertian Sehat menurut WHO

Apa sih arti sehat menurut WHO ???


Sehat itu di bagi menjadi 4 macam, yaitu :
1. Sehat Jasmani
Sehat jasmani adalah komponen utama dalam makna sehat sepenuhnya, berbentuk sosok manusia yang berpenampilan kulit bersih, mata bercahaya, rambut tersisir rapi, kenakan pakaian rapi, berotot, tak gemuk, nafas tak bau, selera makan baik, tidur nyenyak, gesit serta semua manfaat fisiologi badan jalan normal.

2. Sehat Mental
Sehat Mental serta sehat jasmani senantiasa dikaitkan keduanya dalam pepatah kuno Men Sana In Corpore Sano yang berarti Jiwa yang sehat ada didalam badan yang sehat. Atribut seseorang insan yang mempunyai mental yang sehat yaitu seperti berikut :

  • Senantiasa merasa senang dengan apa yang ada pada dianya, tak sempat menyesal serta kasihan pada dirinya sendiri, senantiasa senang, enjoy serta mengasyikkan dan tak ada sinyal tanda konflik kejiwaan.
  • Bisa bergaul dengan baik serta bisa terima kritik dan tak gampang tersinggung serta geram, senantiasa pengertian serta toleransi pada keperluan emosi orang lain.
  • Bisa mengontrol diri serta tak gampang emosi dan tak gampang takut, cemburu, tidak suka dan hadapi serta bisa merampungkan persoalan dengan cara cerdik serta bijaksana.

3. Kesejahteraan Sosial
Batasan kesejahteraan sosial yang ada di tiap-tiap area atau negara susah diukur serta benar-benar bergantung pada kultur, kebudayaan serta tingkat kemakmuran penduduk setempat. Dalam makna yang lebih hakiki, kesejahteraan sosial yaitu situasi kehidupan berbentuk perasaan aman damai serta sejahtera, cukup pangan, sandang serta papan. Dalam kehidupan penduduk yang sejahtera, penduduk hidup teratur serta senantiasa menghormati kebutuhan orang lain dan penduduk umum.

4. Sehat Spiritual
Spiritual adalah komponen penambahan pada pengertian sehat oleh WHO serta mempunyai makna utama dalam kehidupan keseharian penduduk. Tiap-tiap individu butuh memperoleh pendidikan resmi ataupun informal, peluang untuk liburan, mendengar alunan lagu serta musik, siraman rohani seperti ceramah agama serta yang lain supaya berlangsung keseimbangan jiwa yang dinamis serta tak monoton.


Pengertian Kesehatan Menurut WHO
yaitu situasi sejahtera dari tubuh, jiwa, serta sosial yang sangat mungkin tiap-tiap orang hidup produktif dengan cara sosial serta ekonomis. Sedang Pengertian Kesehatan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) th. 1948 mengatakan bahwasanya pengertian kesehatan yaitu untuk satu situasi fisik, mental, serta sosial kesejahteraan serta tidak cuma ketiadaan penyakit atau kekurangan Pada th. 1986, WHO, dalam Piagam Ottawa untuk Promosi Kesehatan, menyampaikan bahwasanya pengertian kesehatan yaitu “sumber daya untuk kehidupan keseharian, bukan hanya maksud hidup Kesehatan yaitu rencana positif mengutamakan sumber daya sosial serta pribadi, dan kekuatan fisik.


Sumber : http://www.who.int/en/


Minggu, 16 Maret 2014

Epidemiologi FKM UNDIP 2013


TUGAS EPIDEMIOLOGI












 







Dosen Pengajar           :           Bpk. M. Arie W, SKM, Mkes.(Epid)
KELOMPOK 9
Shofi Annisa               25010113120003
Delita Septialti            25010113120006
Putri Destriani             25010113120007
Laila Fitriana               25010113120009
Hana Zahab                 25010113120047
Santi Tri Rahayu         25010113120068
A 2013
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2014
1.       Masalah kesehatan wabah herpes zoter dengan sudut pandang epidemiologi

Herpes zoster (nama lain: shingles atau cacar ular cacar api) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella-zoster. Setelah seseorang menderita cacar air, virus varicella-zoster akan menetap dalam kondisi dorman (tidak aktif atau laten) pada satu atau lebih ganglia (pusat saraf) posterior. Apabila seseorang mengalami penurunan imunitas seluler maka virus tersebut dapat aktif kembali dan menyebar melalui saraf tepi ke kulit sehingga menimbulkan penyakit herpes zoster. Di kulit, virus akan memperbanyak diri (multiplikasi) dan membentuk bintil-bintil kecil berwarna merah, berisi cairan, dan menggembung pada daerah sekitar kulit yang dilalui virus tersebut. Herper zoster cenderung menyerang orang lanjut usia dan penderita penyakit imunosupresif (sistem imun lemah) seperti penderita AIDS, leukemia, lupus, dan limfoma.

Penyelesaian penyakit herpes zoster menurut epidemiologi ada 3 hal:
a.       Frekuensi masalah kesehatan
Insiden herpes zoster tersebar merata di seluruh dunia, tidak ada perbedaan angka kesakitan antara pria dan wanita. Angka kesakitan meningkat dengan peningkatan usia. Diperkirakan terdapat antara 1,3-5 per 1000 orang per tahun. Lebih dari 2/3 kasus berusia di atas 50 tahun dan kurang dari 10% kasus berusia di bawah 20 tahun. Neuralgia pasca herpetic dapat timbul pada umur di atas 40 tahun, persentasenya 10-15 %. Makin tua penderita makin tinggi persentasenya.
Pada penderita tanpa disertai defisiensi imunitas biasanya tanpa komplikasi. Sebaliknya pada yang disertai defisiensi imunitas, infeksi HIV, keganasan, atau berusia lanjut dapat disertai komplikasi. Vesikel sering menjadi ulkus dengan jaringan nekrotik. Pada herpes zoster oftalmikus dapat terjadi berbagai komplikasi, diantaranya ptosis paralitik, keratitis, skleritika, korioretinitis, dan neuritis optic.
Paralisis motorik terdapat pada 1-5% kasus, yang terjadi akibat penjalaran virus secara per kontiunitatum dari ganglion sensorik ke sistem saraf yang berdekatan. Paralisis biasanya timbul dalam 2 minggu sejak awitan munculnya lesi. Berbagai paralisis dapat terjadi, misalnya di muka, diafragma, batang tubuh ekstremitas, dan vesika. Umumnya akan sembuh spontan.
Siapapun yang telah sembuh dari cacar air dapat terkena herpes zoster. Termasuk anak-anak. Namun, herpers zoter paling sering pada orang dengan umur 50 tahun atau lebih. Risiko terkena herpes zoter meningkat dengan bertambahnya usia.
Daerah yang paling sering terkena adalah daerah torakal, walaupun daerah-daerah lain tidak jarang. Sebelum timbul gejala kulit, terdapat gejala prodromal baik sistemik (demam, malese, pusing), maupun gejala prodromal lokal (nyeri otot-tulang, gatal, pegal). Lebih dari 80% biasanya diawali dengan gejala prodromal, gejala tersebut umumnya berlangsung beberapa hari sampai 3 minggu sebelum muncul lesi kulit. Gambaran yang paling khas pada herpes zoster adalah erupsi yang lokalisata dan hampir selalu unilateral. Jarang erupsi tersebut melewati garis tengah tubuh.

b.      Penyebaran masalah kesehatan
Herpes zoster ditularkan antar manusia melalui kontak langsung, salah satunya adalah transmisi melalui pernapasan sehingga virus tersebut dapat menjadi epidemik di antara inang yang rentan. Resiko terjangkit herpes zoster terkait dengan pertambahan usia. Hal ini berkaitan adanya immunosenescence, yaitu penurunan sistem imun secara bertahap sebagai bagian dari proses penuaan. Selain itu, hal ini juga terkait dengan penurunan jumlah sel yang terkait dalam imunitas melawan virus varicella-zoster pada usia tertentu.
Penderita imunosupresi, seperti pasien HIV/AIDS yang mengalami penurunan CD4 sel-T, akan berpeluang lebih besar menderita herpes zoster sebagai bagian dari infeksi oportunistik. Herpes zoster dapat muncul disepanjang tahun karena tidak dipengaruhi oleh musim dan tersebar merata di seluruh dunia, tidak ada perbedaan angka kesakitan antara laki-laki dan perempuan, angka kesakitan meningkat dengan peningkatan usia. Di negara maju seperti Amerika, penyakit ini dilaporkan sekitar 6% setahun, di Inggris 0,34% setahun sedangkan di Indonesia lebih kurang 1% setahun.
Herpes zoster terjadi pada orang yang pernah menderita varisela sebelumnya karena varisela dan herpes zoster disebabkan oleh virus yang sama yaitu virus varisela zoster. Setelah sembuh dari varisela, virus yang ada di ganglion sensoris tetap hidup dalam keadaan tidak aktif dan aktif kembali jika daya tahan tubuh menurun. Lebih dari 2/3 usia di atas 50 tahun dan kurang dari 10% usia di bawah 20 tahun. Kurnia Djaya pernah melaporkan kasus hepes zoster pada bayi usia 11 bulan.

c.       Faktor Determinan/ Faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan

Penurunan imunitas pada tubuh menyebabkan virus pada permukaan kulit dapat berkembang dan menjadi penyakit herpes. Herpes adalah penyakit menular yang dapat melalui kontak langsung dengan penderita atau pun bersentuhan pada bagian yang terinfeksi. Jika anda sedang mengalami sakit herpes ini sebaiknya anda berhati-hati dalam menjaga agar bintik air ini tidak pecah sehingga tidak menjalar ke area yang lebih luas. Pada sebagian kasus herpes dapat kempes dengan sendirinya karena sistem imun dari dalam tubuh kita yang bereaksi terhadap penyakit ini.
Penyebab herpes biasanya karena sistem imun sedang lemah, atau kebersihan badan yang kurang terjaga. Gejala herpes umumnya suhu badan menngkat disertai demam, cepat lelah, dan gampang pusing. Pada saat ini sistem imun pada tubuh akan menurun dan virus akan mudah masuk ke dalam tubuh sehingga menimbulkan infeksi pada permukaan kulit. Setelah virus berkembang sempurna pada tahap selanjutnya akan terdapat bintik-bintik berair yang sangat gatal dan mengganggu.
Bila anda menggaruknya dan bintik pecah akan menimbulkan iritasi pada kulit dan akan lebih menyebar ke area kulit yang lebih luas. Herpes zoster ini menyerang pada permukaan kulit terbuka, seperti seluruh bagian tubuh, misal punggung, dan dada. Penularannya bisa melalui kontak langsung dan bersentuhan dengan penderita.

2.       Statment “Epidemiologi adalah inti dari kesmas (The Core of Public Health Science  is Epidemiology)
Epidemiologi adalah ilmu yang mmepelajari tentang penyebaran penyakit serta determinan-determinan yang mempengaruhi penyakit tersebut. Untuk dapat memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan, mencegah dan mengobati penyakit serta  memulihkan kesehatan masyarakat perlu disediakan dan diselenggarakan Pelayanan Kesehatan Masyarakat ( Public Health Service ) yang sebaik – baiknya.
Oleh karena itu pelayanan kesehatan masyarakat yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan ( Health Needs ) dari masyarakat. Namun dalam praktek sehari – hari ternyata tidaklah mudah untuk menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat yang maksimal. Masalah pokok yang dihadapi adalah sulitnya merumuskan kebutuhan kesehatan yang ada dalam masyarakat karena pola kehidupan masyarakat yang beraneka ragam sehingga mengakibatkan kebutuhan kesehatan yang ditemukan juga beraneka ragam. Untuk mengatasinya, telah diperoleh semacam kesepakatan bahwa perumusan kebutuhan kesehatan dapat dilakukan jika diketahui masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Misalnya ; apabila dalam suatu masyarakat banyak ditemukan masalah kesehatan berupa penyakit menular ( TBC ), maka pelayanan kesehatan yang disediakan akan lebih diarahkan kepada upaya untuk mengatasi masalah penyakit menular tersebut.
Apabila hal ini kemudian dikaitkan dengan upaya untuk mengetahui Frekwensi, Penyebaran dan Faktor – factor yang mempengaruhi suatu masalah kesehatan dalam masyarakat, maka tercakup dalam suatu cabang Ilmu Khusus yang disebut dengan Epidemiologi. Dan Epidemiologi ini merupakan inti dari Ilmu Kesehatan Masyarakat.
B. Burt Gerstman adalah tokoh dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat yang mempunyai pendapat bahwa, Epidemiologi merupakan induk dari ilmu kesehatan masyarakat (The core of Public Health Science is Epidemiology). Pendapatnya Ia tulis dalam bukunya yang berjudul Epidemiology Kept Simple: An Introduction to Traditional and Modern Epidemiology (2nd ed., greatly expanded).  Seperti pada pernyataan dalam bukunya yaitu :
“Traditionally, epidemiology has been studied as the core science of public health. As such, it provided the objective basis for disease prevention and health promotion. Public health professionals of all types must communicate risk and read epidemiologic information. Epidemiology provides the tools to evaluate health problems and policies on a population basis.”
“Secara tradisional, epidemiologi telah dipelajari sebagai inti dari ilmu kesehatan masyarakat. Dengan demikian, hal itu memberikan dasar obyektif untuk pencegahan penyakit dan promosi kesehatan. Profesional kesehatan masyarakat dari semua jenis harus mengkomunikasikan risiko dan membaca informasi epidemiologi. Epidemiologi menyediakan alat untuk mengevaluasi masalah kesehatan dan kebijakan secara populasi.”

3.     Fenomena Epidemi, Endemi, Pandemi, Sporadik
Ø  Fenomena Epidemi
Epidemi ialah mewabahnya penyakit dalam komunitas / daerah tertentu dalam jumlah yang melebihi batas jumlah normal atau yang biasa.
Dampak Epidemi HIV terhadap Industri di Riau
Pada bulan Oktober 2010, sebuah Harian ”Riau Pos” menerbitkan sebuah berita yang berjudul “AIDS di Riau Capai 253 Kasus”. Fakta ini menunjukkan HIV/AIDS sudah ada di pelupuk mata. Kasus HIV/AIDS sudah dideteksi pada semua kalangan, usia dan lapisan masyarakat.
Selama ini survailans tes HIV (tes ini dilakukan untuk mengetahui perbandingan antara yang HIV-positif dan HIV-negatif di kalangan tertentu pada kurun waktu yang tertentu pula) dilakukan dengan dipstick atau ELISA.
Orang-orang yang sudah HIV-positif tidak tampak karena sebelum mencapai masa AIDS, antara 5-10 tahun setelah tertular, sama sekali tidak ada gejala yang khas tapi yang bersangkutan sudah dapat menularkan HIV kepada orang lain melalui cara-cara yang sangat spesifik. Orang-orang inilah kemudian yang bisa menjadi mata rantai penularan HIV secara horizontal antar penduduk.
Perilaku berisiko tinggi tertular HIV adalah (1) melakukan hubungan seks penetrasi yang tidak aman (tidak memakai kondom) di dalam dan di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti, (2) menerima transfusi darah yang tidak diskrining, dan (3) memakai jarum suntik dan semprit secara bersama-sama dengan bergiliran dan bergantian.
Saat ini epidemi HIV dipicu oleh pemakaian jarum suntik di kalangan pengguna narkoba suntikan. Jika di satu daerah sudah terdeteksi pengguna narkoba dengan jarum suntik maka epidemi HIV di daerah itu akan cepat menyebar secara horizontal antar penduduk.
Untuk mencegah agar tidak tertular HIV dapat dilakukan setiap orang yaitu dengan menghindari perilaku berisiko dan meningkatkan kewaspadaan universal terutama pada fasilitas kesehatan, seperti penggunaan jarum suntik yang steril, memakai sarung tangan, dll. Sedangkan di kalangan masyarakat diperlukan pengetahuan yang komprehensif tentang HIV/AIDS terutama tentang cara-cara penularan dan pencegahannya secara medis.
Untuk memutus mata rantai penyebaran HIV dianjurkan bagi penduduk yang pernah melakukan salah perilaku berisiko, seperti melakukan hubungan seks dengan pekerja seks, untuk menjalani tes HIV secara sukarela dengan konseling. Melalui cara ini, dikenal sebagai VCT (voluntary counselling and test), setiap orang akan mendapat konseling sebelum dan sesudah tes dan kerahasian dijamin.
Dengan mengetahui status HIV sebelum mencapai masa AIDS akan banyak manfaatnya. Misalnya, yang bersangkutan mendapatkan pengobatan karena sekarang sudah ada obat antiretroviral yang dapat menahan laju pertumbuhan HIV di dalam darah. Selain itu yang bersangkutan pun tidak lagi menjadi mata rantai penyebaran HIV secara horizontal karena ketika menjalani VCT sudah ada pendekatan yang harmonis sehingga ybs. memahami kondisinya dan tidak akan melakukan perilaku berisiko sehingga tidak akan terjadi penyebaran HIV.
Terkait juga, wabah Athena adalah sebuah epidemi yang pecah di Yunani selama Perang Peloponnesia pada 430 SM. Para sejarawan tidak dapat menyepakati apa wabah itu, dengan tipus, cacar, dan campak semua sedang dipertimbangkan, namun hal ini sering dianggap telah menjadi bentuk penyakit pes.Penyakit ini dimulai ketika penduduk Athena mundur dibalik tembok kota-negara untuk perlindungan dari tentara Spartan yang mendekat. Kuartal sempit pasti menjadi tempat berkembang biak bagi wabah, yang dikatakan telah membunuh satu dari tiga penduduk kota-negara, termasuk pemimpinnya, Pericles.






Ø  Fenomena Pandemi
Pandemi ialah epidemik yang terjadi dalam daerah yang sangat luas dan mencakup populasi yang banyak di berbagai daerah / negara di dunia.
Berita yang terkait, Flu burung adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang biasanya menjangkiti burung dan mamalia.
Senin, 12 Agustus 2013, terdengar berita mengejutkan dari London Inggris yang menyebutkan bahwa penyakit berbahaya ini dapat menular melaui manusia.
Para peneliti melaporkan kasus pertama penularan flu burung H7N9 dari manusia ke manusia. Laporan itu ditulis dalam Jurnal Kesehatan Inggris, Selasa (6/8), karena didapati kasus seorang perempuan berusia 32 tahun di Tiongkok terinfeksi flu burung setelah merawat ayahnya yang berusia 60 tahun.
Selama ini tidak ada bukti seseorang terkena virus H7N9 selain akibat kontak langsung dengan unggas. Sebagian besar pasien diketahui telah mengunjungi pasar unggas hidup atau melakukan kontak langsung dengan unggas hidup dalam satu atau dua minggu sebelum menjadi sakit.  
Kasus yang dialami ayah dan anak itu memberikan tanda peringatan kuat pada potensi penyebaran pandemi dan perlunya untuk tetap waspada.  
Selain itu, sekarang diduga sebagai penyebab wabah campak atau cacar, Wabah Antoninus adalah pandemi yang melanda Kekaisaran Romawi 165-180 AD. Juga dikenal sebagai Wabah Galen, penyakit ini diduga telah dibawa ke Roma oleh pasukan yang kembali dari pertempuran. Diperkirakan bahwa pada puncaknya Wabah Antoninus membunuh seperempat dari semua orang yang terinfeksi, sebanyak 5 juta, dan korban termasuk dua kaisar Roma. Pada 251 AD, sakit serupa terjadi, banyak orang percaya bahwa Wabah Antoninus telah kembali. Kali ini dikenal sebagai Wabah Siprianus, dan pada puncaknya dikatakan bahwa penyakit ini membunuh 5.000 orang setiap hari di kota Roma.

Ø  Fenomena Endemik
Endemik adalah suatu keadaan dimana penyakit secara menetap berada dalam masyarakat pada suatu tempat / populasi tertentu.
Demam berdarah disebabkan karena virus yang masuk ke alirah darah melalui vektor, antara lain gigitan nyamuk Aedes aegypty. Orang yang terkena demam berdarah menunjukkan gejala demam tinggi, pusing dan bercak merah. Sejauh ini belum ada obat yang spesifik melawan penyakit ini. Pasien biasanya hanya diberi cairan tubuh untuk menghindari dehidrasi akibat demam dan muntah. Sementara untuk obat biasanya hanya untuk menghilangkan nyeri dan meredakan demam.
Sebuah Harian Satelit Post, Pemalang, menyatakan bahwa terdapat tiga wilayah di Kecamatan Pemalang sebagai wilayah endemik atau sering kedapatan kasus Demam Berdarah yaitu Kebondalem, Mulyoharjo, dan Sugihwaras, Rabu (5/2) kemarin dan Kamis (6/2) hari ini di-fogging.
Fogging atau pengasapan untuk membunuh nyamuk dewasa aidesaegipty yang dilakukan ini adalah kegiatan penanganan setelah banjir yang menimpa beberapa daerah di Pemalang. Sedianya, kegiatan ini akan dilakukan di 10 titik di pedesaan yang tertimpa musibah banjir di Kabupaten Pemalang.
Di samping itu, Chikungunya merupakan jenis demam yang disebabkan oleh alphavirus yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti (nyamuk yang juga dapat menularkan penyakit demam berdarah dengue). Penyakit chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus chikungunya.
Penyakit yang juga dikenal dengan demam tulang atau flu tulang ini memiliki gejala yang sepertii tubuh yang tiba – tiba mengalami demam diikuti dengan linu di persendian, serta timbul juga rasa ngilu dan sakit pada tulang. Gejala yang dialami sedikit mirip dengan infeksi virus dengue dengan sedikit berbeda pada hal – hal tertentu.
Pada anak kecil dimulai dengan demam mendadak, kulit kemerahan. Ruam – ruam merah muncul setelah 3 – 5 hari. Mata pun terlihat merah dan disertai tanda – tanda seperti flu. Sering dijumpai anak kejang demam. Sedangkan pada anak yang lebih besar, demam diikuti dengan rasa sakit pada otot dan sendi, serta pembesaran kelenjar getah bening. Pada umumnya demam yang terjadi pada anak berlangsung selama tiga hari. Dan pada orang dewasa, gejala nyeri sendi dan otot sangat dominan dan sampai menimbulkan kelumpuhan sementara karena rasa sakit bila berjalan. Kadang-kadang timbul rasa mual sampai muntah.
Belum obat khusus untuk menyembuhkan penyakit chikungunya. Walaupun sama - sama disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, penyakit chikungunya ini berbeda dengan penyakit demam berdarah dengue karena pada penyakit chikungunya tidak terjadi pendarahan hebat dan tidak bisa menyebabkan kematian. Penyakit ini cukup diobati dengan cara istirahat yang cukup, mengkonsumsi obat demam bila perlu karena sudah merasa tidak nyaman, serta antisipasi terhadap kejang demam bila terdapat riwayat kejang pada keluarga. Penyakit chikungunya akan sembuh sendiri dalam kurun waktu kurang lebih 7 hari sejak merasakan gejala nyeri dan ngilu tulang.
















Ø  Fenomena Sporadik
Sporadik adalah  adalah suatu keadaan dimana suatu masalah kesehatan ( umumnya penyakit)  yang ada di suatu wilayah tertentu frekuensinya berubah-ubah menurut perubahan waktu.

77 kasus baru polio ditemukan di Nigeria

Minggu, 9 September 2012 07:49 WIB
http://img.antaranews.com/new/2011/09/small/20110905075508biofarma07.jpg
"Hanya Nigeria, Pakistan dan Afghanistan saat ini menghadapi penyakit tersebut."
Sokoto, Nigeria (ANTARA/Xinhua-OANA) - Sedikit-dikitnya 77 kasus baru poliomyelitis telah dicatat di 10 negara bagian di Nigeria utara, kata seorang pejabat senior pemerintah, Sabtu (8/9).

Direktur Pelaksana Lembaga Pembangunan Perawatan Kesehatan Primer Nasional (NPHCDA), Ado Mohammed, mengungkapkan itu di Negara Bagian Sokoto, Nigeria utara, dalam pertemuan penanggulangan polio bersama 35 emir di wilayah tersebut.
Semua kasus mengenai virus ganas (wild polio) --polio yang disebabkan secara alamiah, bukan karena vaksin yang berisi virus hidup-- prevalensi di 209 wilayah di 30 pemerintah lokal, kata Mohammed kepada peserta pertemuan.
Menurut dia, Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, terikat komitmen penuh pada pemberantasan total penyakit tersebut dari negara Afrika Barat itu paling lambat pada akhir tahun ini.
Ia mengatakan, Presiden Nigeria tersebut telah membentuk satuan tugas khusus presidensial mengenai pemberantasan polio dan ia memiliki tekad serta i`tikad politik mengenai itu.
Mohammed mengatakan, kepada peserta pertemuan pemimpin Nigeria tersebut juga telah melipat-gandakan dana dalam negeri bagi upaya yang dilancarkan guna menghentikan sepenuhnya penyebaran penyakit itu.
"Hanya Nigeria, Pakistan dan Afghanistan saat ini menghadapi penyakit tersebut di dunia dan ini adalah sumber keprihatinan bagi semua pemegang saham," ujarnya sebagaimana dilaporkan Xinhua yang dipantau ANTARA News di Jakarta, Ahad pagi.
"Kami ingin memastikan semua masyarakat yang terpengaruh secara layak dapat dijangkau sehingga semua anak dapat memperoleh kekebalan terhadap polio dan penyakit lain yang biasa menyerang anak-anak," kata Mohammed.
Polio adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus yang memasuki tubuh melalui mulut dan berkembang-biak di dalam usus.



DAFTAR PUSTAKA

Friedman, Garry D. Prinsip-prinsip Epidemiologi, terj. J. Andri Hartono, Yogyakarta : Penerbit Buku-buku Ilmiah Kedokteran, 1986.
Kasjono, HS. Intisari Epidemiologi. Yogyakarta : Mitra Cendikia, 2009.
Nasry Noor, Nur. Epidemiologi. Jakarta : Rineka Cipta, 2008.
 “Herpes zoster.” http://id.wikipedia.org/wiki/Herpes_zoster (diakses tanggal 14 Maret 2014).
Firman.” Makalah herpes zoster.” firmanpharos.files.wordpress.com/2010/05/makalah
herpes-zoster.doc (diakses tanggal 14 Maret 2014).